CISA (Cinta Itu Seperti Apa) Bagian 1


Kenapa aku mencintaimu? Lelaki sederhana dengan semangat dan tanggung jawab. Aku sangat mencintaimu sehingga aku sering memikirkanmu. Ketika melangkah aku memikirkanmu, bahkan ketika melamun aku masih memikirkanmu. Baik,  pintar, dan membuatku nyaman itulah alasanku mencintaimu. Aku bahagia disampingmu meskipun kau bukan milikku. Kalau ditanya sampai kapan aku akan mencintaimu? Entah sampai kapan, yang jelas aku mencintaimu sudah hampir dua tahun.


Cukup lama untuk menggambarkan perasaan akan cintaku padamu. Kalau kau melarangku mencintaimu, di situlah aku akan berhenti mencintaimu lagi. Apa yang aku harapkan dari cinta ini? Tidak ada yang aku harapkan dalam cinta ini. Cintaku tulus. Kalau boleh berharap, aku hanya ingin berdoa. Semoga aku bisa dicintaimu dengan izin Tuhan dan selalu hidup bersamamu. Karena aku mencintaimu, maka jangan buat aku lelah mencintaimu. Rendy Witianegara.

“ Derr..!!” Sisil mengejutkanku dari belakang.

“ Apaan sih.., males tahu digituin mulu’’ jawabku agak cemberut.

“ Yaa maap, besok nggak lagi deh. Lagian loe kerjaanya tiap hari melamun” sambung Sisil

“ Biarin, daripada ngapelin dosen kayak loe” jawabku agak sinis karena masih males gara-gara tadi.

“ Hahaha ngiri yaa, itu ambil aja dosen baru masih muda single lagi, loe jomblo kan?” sambung Sisil meledek

“ Hemmm, jomblo nggk yaa” jawabku balas meledek

“ Jawab aja iyaa, susah amat” sambung Sisil tidak puas dengan jawabanku

“ Sorry yaa, gue mah nggk jomblo” kataku agak meledek

“ Beneran, loe udah punya pacar?” tanya Sisil penasaran

“ Emm, kasih tahu nggk yaa” kataku dan langsung meninggalkan Sisil yang masih  kebingungan

“ Kai, loe mah gitu nggk bilang-bilang udah punya pacar!” teriak Sisil

“ Biarin” teriakku sambil tertawa geli melihat ekspresi Sisil saat aku bohongi

Seperti inilah kalau aku sama Sisil jadi satu. Ada-ada saja yang dikerjaan, termasuk saling membohongi satu sama lain. Pernah gara-gara aku bohongi Sisil, aku kena imbasnya dimarahin sama pacarnya. Sisil memang  teman terdekatku  orangnya baik, pintar, perhatian, shalihah dan cantik lagi. Dan sudah mempunyai calon imam yang membuatnya menjadi terlihat tambah sempurna. Aku dan ketujuh temanku yang lain mengenal calon imamnya  dengan baik. Kak Wisnu namanya, mapan dan berpendidikan baik. Cocok bersama Sisil yang bisa dibilang hampir mendekati sempurna.

Berbeda Sisil, aku selalu memiliki kisah cinta yang tidak pernah jelas. Yaa seperti inilah keadaanya.
Membicarakan calon imam aku teringat oleh Kak Rendy, sedikit berandai-andai dapat memilikinya. Kak Rendy orang terindah yang pernah aku lihat. Hahaha :D

bersambung...